Anak Sudah Belajar Bahasa Inggris, Tapi Kok Masih Sulit Berbicara?
Banyak orang tua merasa senang ketika anak mulai belajar bahasa Inggris di sekolah atau tempat kursus. Anak mungkin sudah menghafal banyak kosakata, memahami arti kalimat sederhana, bahkan mampu mengerjakan soal bahasa Inggris dengan baik. Namun, ketika diminta berbicara menggunakan bahasa Inggris, anak justru merasa malu, bingung, atau kesulitan menyusun kalimat.
Pernah mengalami situasi seperti ini?
Sebenarnya, kondisi tersebut cukup umum terjadi dalam proses belajar bahasa. Memahami bahasa Inggris dan menggunakannya untuk berkomunikasi merupakan dua keterampilan yang saling berkaitan, tetapi tidak selalu berkembang dengan kecepatan yang sama.
Lantas, mengapa anak yang sudah belajar bahasa Inggris masih kesulitan berbicara? Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris?
Mengapa Anak Masih Sulit Berbicara Bahasa Inggris?
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan speaking anak. Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua menentukan dukungan belajar yang sesuai.
1. Terlalu Fokus Menghafal Kosakata dan Grammar
Menghafal kosakata dan mempelajari grammar memang merupakan bagian penting dalam belajar bahasa Inggris. Namun, kedua hal tersebut belum tentu membuat anak langsung mampu berkomunikasi secara spontan.
Anak mungkin mengetahui arti kata happy, school, atau beautiful, tetapi masih bingung ketika harus menggabungkannya menjadi kalimat untuk menyampaikan pendapat.
Untuk mengembangkan kemampuan speaking, anak perlu berlatih menggunakan kosakata dan struktur kalimat dalam konteks nyata. Misalnya, menceritakan aktivitas sehari-hari, mendeskripsikan benda, atau menjawab pertanyaan sederhana menggunakan bahasa Inggris.
2. Jarang Mendapatkan Kesempatan Berlatih Speaking
Kemampuan berbicara membutuhkan latihan yang konsisten. Jika anak lebih sering mengerjakan soal tertulis dibandingkan melakukan percakapan, kesempatan untuk melatih speaking menjadi terbatas.
Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan, merespons pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris.
Latihan tersebut tidak harus selalu berupa percakapan panjang. Memulai dari pertanyaan sederhana seperti “What is your favorite food?” atau “What did you do today?” sudah dapat membantu anak membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris.
3. Takut Salah dan Kurang Percaya Diri
Sebagian anak sebenarnya memahami apa yang ingin disampaikan, tetapi takut melakukan kesalahan saat berbicara.
Mereka mungkin khawatir pengucapannya kurang tepat, grammar-nya salah, atau teman-temannya akan menertawakan mereka.
Dalam kondisi seperti ini, anak membutuhkan lingkungan belajar yang suportif. Orang tua dan pengajar dapat memberikan apresiasi atas keberanian anak mencoba, kemudian membantu memperbaiki kesalahan dengan cara yang membangun.
Ingat, melakukan kesalahan merupakan bagian yang wajar dalam proses belajar bahasa.
4. Materi Belajar Belum Sesuai dengan Kemampuan Anak
Setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Ada anak yang sudah mampu memahami percakapan sederhana, tetapi masih membutuhkan bantuan untuk menjawab secara mandiri. Ada pula yang perlu memperkuat kosakata dasar sebelum mulai berlatih percakapan yang lebih kompleks.
Jika materi terlalu sulit, anak dapat merasa kewalahan. Sebaliknya, materi yang terlalu mudah mungkin tidak cukup menantang untuk mengembangkan kemampuannya.
Karena itu, pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan awal dan target perkembangan anak.
5. Kurang Terbiasa Mendengarkan Bahasa Inggris
Kemampuan speaking juga berkaitan dengan keterampilan listening. Ketika terbiasa mendengarkan bahasa Inggris, anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenali pengucapan, pola kalimat, dan cara orang menggunakan bahasa dalam percakapan.
Orang tua dapat membantu anak melalui lagu berbahasa Inggris, cerita pendek, video edukatif, atau percakapan sederhana yang sesuai dengan usia.
Agar lebih efektif, aktivitas mendengarkan dapat dilanjutkan dengan kegiatan berbicara, seperti menirukan ungkapan, menjawab pertanyaan, atau menceritakan kembali isi cerita.
6 Cara Membantu Anak Lebih Lancar Berbicara Bahasa Inggris
Setelah memahami beberapa penyebabnya, orang tua dapat mulai membantu anak membangun kebiasaan menggunakan bahasa Inggris melalui aktivitas sederhana berikut.
1. Mulai dari Percakapan Sehari-hari
Gunakan bahasa Inggris dalam situasi yang familiar bagi anak. Misalnya, saat sarapan, bermain, atau bersiap pergi ke sekolah.
Orang tua dapat memulai dengan ungkapan sederhana seperti:
- Good morning! — Selamat pagi!
- What would you like to eat? — Kamu ingin makan apa?
- How was your day? — Bagaimana harimu?
- Let’s clean up our toys. — Ayo bereskan mainan kita.
Tidak perlu memaksakan percakapan panjang. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar dan menggunakan bahasa Inggris secara bertahap.
2. Ajak Anak Bercerita tentang Hal yang Disukai
Anak cenderung lebih tertarik berbicara ketika topiknya dekat dengan kehidupan mereka.
Cobalah mengajak anak menceritakan makanan favorit, hewan kesukaan, permainan, atau pengalaman saat berlibur.
Contohnya, anak dapat mulai dengan kalimat “My favorite animal is a cat” atau “I like playing football.”
Setelah anak merasa nyaman, orang tua dapat mengembangkan percakapan dengan pertanyaan lanjutan seperti “Why do you like it?”
3. Gunakan Permainan yang Melibatkan Speaking
Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan dengan buku dan latihan tertulis. Permainan seperti tebak gambar, bermain peran, atau mendeskripsikan benda dapat membuat anak lebih aktif menggunakan bahasa Inggris.
Misalnya, saat bermain tebak benda, anak dapat memberikan petunjuk seperti “It is round. You can kick it.” hingga orang lain menebak jawabannya.
Aktivitas ini membantu anak melatih kosakata, menyusun kalimat, dan merespons secara spontan.
4. Berikan Apresiasi atas Keberanian Anak
Ketika anak mencoba berbicara dalam bahasa Inggris, berikan respons yang positif. Hindari langsung mengoreksi setiap kesalahan hingga anak kehilangan keberanian untuk mencoba.
Jika anak melakukan kesalahan, orang tua dapat memberikan contoh kalimat yang benar dalam percakapan.
Misalnya, ketika anak berkata “She go to school,” orang tua dapat merespons, “Yes, she goes to school every day!”
Dengan pendekatan yang suportif, anak dapat belajar memperbaiki penggunaan bahasa tanpa merasa takut untuk berbicara.
5. Biasakan Listening dan Speaking Bersamaan
Ajak anak mendengarkan cerita pendek berbahasa Inggris, kemudian tanyakan siapa tokohnya, apa yang terjadi, atau bagian mana yang paling disukai.
Anak juga dapat menirukan ungkapan yang didengar dan menggunakannya dalam kalimat sendiri.
Menggabungkan listening dan speaking membantu anak menghubungkan apa yang didengar dengan apa yang ingin disampaikan.
6. Pilih Program Belajar dengan Target yang Jelas
Selain latihan di rumah, anak dapat memperoleh manfaat dari program pembelajaran yang memberikan kesempatan praktik speaking secara teratur.
Pilih program yang memperhatikan kemampuan awal anak, menyediakan aktivitas komunikasi, serta mengevaluasi perkembangan keterampilan bahasa secara berkala.
Dengan target belajar yang jelas, orang tua dan pengajar dapat mengetahui kemampuan yang sudah berkembang dan bagian yang masih perlu diperkuat.
Apakah Anak yang Sulit Speaking Berarti Tidak Bisa Bahasa Inggris?
Tentu tidak.
Kesulitan berbicara tidak selalu berarti anak tidak memahami bahasa Inggris. Bisa jadi, anak sudah memiliki pengetahuan kosakata dan grammar, tetapi masih membutuhkan waktu untuk mengubah pengetahuan tersebut menjadi kemampuan komunikasi aktif.
Proses ini berbeda pada setiap anak. Ada yang cepat merasa nyaman berbicara, sementara yang lain membutuhkan lebih banyak latihan dan dukungan.
Karena itu, orang tua tidak perlu langsung membandingkan kemampuan anak dengan teman seusianya. Lebih baik perhatikan perkembangan dari waktu ke waktu, seperti meningkatnya keberanian menjawab pertanyaan, kemampuan menyusun kalimat sederhana, atau kesediaan memulai percakapan.
Perkembangan kecil tersebut merupakan bagian penting dari proses belajar.
Pentingnya Mengetahui Level Bahasa Inggris Anak
Salah satu langkah yang dapat dilakukan orang tua adalah mengetahui kemampuan bahasa Inggris anak saat ini.
Pemetaan kemampuan membantu memberikan gambaran mengenai keterampilan yang sudah dikuasai dan aspek yang masih membutuhkan latihan. Penilaian yang baik juga dapat mempertimbangkan keterampilan listening, speaking, reading, dan writing sesuai tujuan pembelajaran.
Salah satu kerangka acuan yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan bahasa adalah CEFR (Common European Framework of Reference for Languages).
CEFR memiliki enam level utama, yaitu A1, A2, B1, B2, C1, dan C2, serta level Pre-A1 untuk menggambarkan kemampuan awal. Setiap level memiliki deskripsi kemampuan yang berbeda.
Sebagai contoh, pelajar pada tahap awal dapat berfokus pada penggunaan ungkapan sederhana dan percakapan yang familiar. Seiring berkembangnya kemampuan, pelajar dapat berlatih menyampaikan pendapat, menjelaskan pengalaman, dan berkomunikasi dalam situasi yang lebih beragam.
Perlu diingat bahwa level CEFR bukan satu-satunya faktor dalam menilai kemampuan speaking. Penilaian yang sesuai sebaiknya melihat keterampilan yang relevan secara langsung, bukan hanya mengandalkan hasil tes tertulis.
English Acceleration: Membantu Anak Mengembangkan Kemampuan Bahasa Inggris
English Acceleration (EA) menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan yang membantu pelajar mengembangkan keterampilan secara bertahap sesuai kebutuhan belajar.
Melalui assessment, kemampuan awal pelajar dapat dipetakan untuk membantu menentukan program dan target pembelajaran yang sesuai. Selanjutnya, proses development berfokus pada pengembangan keterampilan bahasa Inggris melalui pembelajaran yang terarah.
Bagi orang tua yang ingin mengetahui titik awal kemampuan bahasa Inggris anak, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengikuti Placement Test.
Dengan mengetahui kemampuan awal, orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas untuk mendiskusikan kebutuhan belajar anak dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Kesimpulan
Anak yang sudah belajar bahasa Inggris tetapi masih kesulitan berbicara dapat mengalami hal tersebut karena berbagai faktor, mulai dari kurangnya latihan speaking, rasa takut melakukan kesalahan, hingga materi belajar yang belum sesuai dengan kemampuannya.
Orang tua dapat membantu melalui percakapan sehari-hari, permainan edukatif, aktivitas listening, dan lingkungan belajar yang mendukung keberanian anak untuk mencoba.
Selain itu, mengetahui kemampuan awal anak dapat membantu menentukan target pembelajaran yang lebih terarah.
Ingin mengetahui level bahasa Inggris ananda dan menentukan langkah belajar yang sesuai?
Yuk, mulai dengan Placement Test GRATIS dari English Acceleration untuk membantu memetakan kemampuan bahasa Inggris ananda!
Hubungi English Acceleration melalui WhatsApp:
English Acceleration — Your Internasional English Development Center
Head Office:
Menara 165 Lantai 4, Jakarta Selatan.
Palembang Sudirman:
Jalan Jendral Sudirman KM 3 No. 2937, Palembang. WhatsApp 0822-7918-0925
Palembang Jakabaring:
Pertokoan No.12, Jalan Pendidikan, Sungai Kedukan, Jakabaring, Palembang. WhatsApp 0851-6717-8440
Baturaja 1:
Jalan Dr. Moh. Hatta Ruko 1-2, sebelah Mixue Taman Kota. WhatsApp 0813-6895-9451
Baturaja.Baturaja 2:
Jalan May. Ismail Husin, Ruko No.2 sebelah UB Mart Samsat. WhatsApp 0813-6719-8484
Melalui berbagai program yang tersedia, English Acceleration terus berupaya menjadi bagian dari lahirnya generasi Indonesia yang mampu berkomunikasi dan berkompetisi di tingkat internasional.
